Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 November 2017

MEMBAAKITKAN KESADARAN KOLEKTIF GURU DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN DAN ETOS KERJA UNTUK PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER




Laporan – Edison
Wartawan Tabloid INDONESIA JAYA


LAEYA - Upacara pembukaan porseni dan HUT PGRI serta hari Guru Nasional, dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Kec. Laeya, Kab. Konawe Selatan, Sabtu ( 18/11/2017 ) sekira pukul 15.00 wita hingga usai, dalam upacara pembukaan tersebut bertindak sebagai Insfektur upacara adalah Bupati Konawe Selata, H. Surunudin Dangga, ST, MM, sebagai pemimpin upacara adalah waketum PGRI Kab. Konsel, Makmur.
Dalam upacara berlangsung turut disaksikan oleh Wakil Bupati, H. Arsalim Arifin, Sekda Konsel, Sjarif Sjang selaku Kadis pendidikan Kab. Konsel, yang mewakili Kapolres Konsel, Camat Laeya, Asbauri Tamburaka, Kapolsek Laeya, Iptu Radikal Matanre, ketua forum asosiasi, serta kontingen cabang PGRI se - Konsel
Mengawali acara pembukaan tersebut ketua panitia melaporkan tentang dasar - dasar pelaksanaan kegiatan yang dimaksud, yakni berdasarkan keputusan Presiden RI no. 78 ta. 1994, keputusan rapat pleno forum PGRI 13/9/2017, keputusan rapat pengurus PGRI Kab. Konsel tanggal 13/8/2017, program kerja pengurus PGRI Kab. Konsel,
"Dalam kegiatan ini tema yang diangkat adalah membangkitkan kesadaran kerja kolektif guru dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja serta penguatan pendidikan karakter, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen guru, pemangku kepentingan pendidikan, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, pembangunan karakter  bangsa, memacu kerja dan kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas propesionalnya, persiapkan SDM sebagai basisi terwujudnya generasi maju tahun 2045 " ungkap ketua panitia
Hal ini relevan dengan sambutan Bupati Konsel, Surunudin mengatakan bahwa " pentingnya untuk bersyukur pada pencipta, karena jualah kita semuah dapat dipertemukan dalam upacara pembukaan porseni, dalam rangkah memeriahkan dan memperingati HUT PGRI yang ke - 72, dan hari Guru Nasional tingkat Kab. Konsel,  yang dilaksanakan di Lapangan sepak Bola Kec. Laeya, Kab. Konsel, Sultra " tandasnya
"Bahwa persatuan Guru RI merupakan forum organisasi propesi yang didirikan 100 hari sesudah proklamasi RI, bangga dan bahagia atas besaran dan jumlah peserta PGRI yang berpartisipasi hari ini, yang menunjukan gambaran begitu besarnya SDM yang kita miliki untuk membangun Daerah yang kita cintai " katanya
Lanjut Surunudin, hal yang paling membanggakan adalah bahwa tenaga pendidik saat ini lebih banyak dari tenaga honorer, yang mencukupi dan membantu kekurangan tenaga PNS, untuk itu atas nama pimpinan Daerah Konsel mengucapkan selamat pada seluru ASN yang tergabung dalam forum PGRI, sehingga dapat terlaksana kegiatan upacara tersebut.
Bupati menambahkan bahwa " saat ini kita semuah melakukan kegiatan yang merupakan agenda penting, yang dihadiri seluruh komponen, para anggota PGRI, dengan komitmen dalam meningkatkan SDM, adalah sepenuhnya dengan komitmen yang tinggi sehingga dapat menjadikan daerah ini maju, sejaterah, berkembang serta memiliki tenaga - tenaga handal " kata Surunudin
"Untuk itu peserta HUT PGRI ke - 72 ini, mari kita wujudkan revolusi mental mulai dari tingkat pendidikan sekolah - sekolah, sehingga menjadi pendorong untuk menunjang peningkatan perubahan, bahwa kegiatan ini meeupakan momen untuk meningkatkan hubungan silaturahim, sehingga kita dapat saling mengenal satu dengan yang lainnya " tutup bupati sembari berharap.
( EDISON.S)

Kamis, 26 Oktober 2017

Pelaksaan Festival Bahari Kepri Berlangsung Semarak, Kepri sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia



                                 


Laporan : Eva Lestari
Wartawati Tabloid Indonesia Jaya

TANJUNGPINANG – Festival Bahari Kepri (FBK) kembali digelar tahun ini setelah sukses dilaksanakan tahun sebelumnya,yang digelar selama sembilan hari berturut-turut pada tanggal 13 sampai dengan 21 Oktober 2017.

Rangkaian acara tersebut tidak hanya berlangsung di Kota Tanjungpinang saja,melainkan berjalan di Kabupaten dan Kota yang lainnya di Provinsi Kepri.
Pada tanggal 13 Oktober 2017 dilaksanakan Festival Tari Dangkong di Tanjung Balai Karimun,yang menjadi pembuka penyelenggaraan rangkaian Festival Bahari Kepri.
Salah satu event unggulan yang akan digelar selama FBK berlangsung yakni Dragon Boat Race. Dalam event ini akan diikuti oleh para peserta yang berasal dari dalam maupun luar negeri pada tanggal 20 sampai 22 Oktober.

Kegiatan FBK Tahun 2017 ini juga dimeriahkan oleh kedatangan yachter dari negara Singapura dan Malaysia dalam event Sail to Bintan.acara tersebut merupakan rangkaian dari pelaksanaan Sail Sabang 2017. Pada 16 sampai 20 Oktober,para yachter peserta Sail Sabang tiba dan berkumpul di Tanjungpinang dan Bintan. Pada saat kedatangan mereka, diadakan pertunjukan kesenian di gedung daerah dan gedung Gonggong pada setiap malamnya.

Pada tanggal 21 Oktober,Kota Tanjungpinang akan didatangi 70 Lady bikers dari Cycho Sport yang akan mengadakan bicycle training dengan jarak 100 km di Pulau Dompak dan sekitarnya.
Sementara itu,puncak acara FBK akan diadakan pada malam hari pada 21 Oktober dengan pelaksanaan Kepri Carnival yang disejalankan dengan pawai budaya dan parade kendaraan hias . Pada acara Kepri Carnival akan ditampilkan kesenian Mendu Natuna, Gobang dari Anambas, Kesenian Mak Yong dari Batam dan Bintan serta tarian Dangkong dari Lingga dan Karimun.
Antusias masyarakat Kepri,yakni Kota Tanjungpinang khususnya terlihat dengan kehadiran mereka berbondong bondong memadati lokasi acara. Seperti tahun sebelumnya,acara ini berlangsung sukses dan berhasil menarik para wisatawan asing untuk datang menyaksikan bahkan ikut serta dalam kegiatan FBK tersebut.

Letak geografis Kepri sangat strategis ditambah lagi dengan wilayah nya yang berdekatan dengan Negara Malaysia dan singapura. Hal ini seperti mengaminkan pernyataan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang mengatakan Kepri merupakan daerah yang istimewa dikarenakan Kepri masuk dalam top 3 wisman terbesar di Indonesia dengan persentase 20 persen, setelah Bali 40 persen, dan Jakarta 30 persen.

Kepri telah ditetapkan sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia, karena posisi geografis yang dekat dengan Singapura dan riilnya wisatawan yacht atau perahu wisata itu masuk melalui Kepri. Selain itu, Kepri masuk dalam program crossborder,karena penyeberangan ke Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun,sangat dekat dan cepat. Dengan demikian maka akses penyeberangan juga semakin banyak.

Pantauan media ini di lokasi acara tampak hadir unsur pimpinan pejabat Kepri,Kota dan Kabupaten. Turut hadir Samsul Bahrum,Raja Ariza,Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar,Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang Reni Yusneli,Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, dan masih banyak para undangan lainnya yang terlihat semarak menyambut rangkaian pelaksanaan dari kegiatan Festival Bahari Kepri ini. (Ve)

Senin, 24 Oktober 2016

Ruwatan Sedekah Bumi, Masyarakat Lereng Gunung Slamet Arak Gunungan Hasil Bumi




KAB. TEGAL – Masyarakat dari beberapa desa di kaki gunung slamet arak gunungan  berisi nasi tumpeng, buah – buahan hasil bumi ,ondel-ondel dan masyarakat dihibur tarian tradisional dan pentas marching band dari pelajar sekolah tepat di depan panggung pentas halaman parkir Ow.guci, kemarin.
Acara yang berlangsung meriah kali ini diawali dengan pemandian kambing kendit di pancuran 13 yang merupakan pancuran alami. Tradisi ruwatan sendiri sebagai wujud syukur kepada sang pencipta serta agar masyarakat di lereng gunung slamet terhindar dari berbagai bencana
Salah satu wisatawan desi (22th) warga pekalongan yang kebetulan bersama teman – temanya berkunjung ke OW. Guci saat ditanyai mengenai tradisi ruwatan ,dirinya sangat terhibur oleh pentas seni dan tradisi masyarakat yang tidak lupa akan tradisi jaman dahulu
Hal senada pun dikatakan salah satu pedagang  di Ow. Guci, ,acara ruwatan ini sudah menjadi acara tahunan masyarakat guci dengan mengarak gunungan hasil bumi
“Syukur Alhamdulillah adanya arak – arakan pas kebetulan hujan membuat dagangan saya laris terjual,” ucapnya. (wurdiyanto)

Minggu, 05 Juni 2016

Nasehat Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan



Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, "Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu."
          "Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka."
          "Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya."
           "Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka."
          "Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga." (HR. Ibnu Huzaimah).

Kamis, 02 Juni 2016

Polres Bersama Kodim 0824 Dan Pemkab Jember Bersinergi Untuk Amankan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H


JEMBER -  Seperti pada tahun-tahun sebelumnya menjelang Ramadhan tentunya dilaksanakan perumusan pola pengamanan oleh Polres Jember dihadapan Forkopimda, Tokoh Agama dan pemilik tempat hiburan, guna menjamin kekhusukan umat Islam dalam menjalankan ibadahnya dan tentunya mewujudkan kodusifitas yang lebih mantap di Kab Jember.
          Bertempat di ruang Rupatama Polres Jember dilaksanakan Rapat Koordinasi Pengamanan Ramadhan Tahun 1437 H yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif, SH, SIK, M.Si.
          Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Jember Drs Muqid Arief, Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Muhammad Nas, SIP, Kajari Jember Hadi Sumartono, para ketua organisasi keagamaan, takmir masijid dan pemilik tempat hiburan di Kab Jember.
          Dalam paparannya Kapolres Jember menyampaikan bahwa pengamanan Puasa Ramadhan ini  akan dilakukan beberapa hal tentunya yang menjadi bagian nawacita Polres Jember yaitu “Jember Suwar Suwir” dengan memasyarakatkan “Jember Taat” Jember Tertib Aman dan Terkendali.
           Program programnya antara lain berupa Hidangan Kurma yaitu himbauan dan peringatan menjelang buka puasa, Sajadah dan Tasbih yaitu selalu menjaga asset himbauan tertib disaat ibadah sehingga masyarakat lebih waspada saat meninggalkan rumah untuk menjalankan ibadah dan yang selanjutnya Opor Sahur yaitu operasi dan patrol Polisi saat makan sahur.
           Yang paling akhir program Silaturahmi yaitu sinergitas dalam rangka cipta situasi aman dan humanis menjelang Idul Fitri dengan merangkul tokoh masyarakat, media masa dalam rangka menciptakan rasa aman di Kab Jember.
           Selanjutnya disampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu sudah diedarkan maklumat Kapolres Jember yang menghimbau kepada seluruh tempat hiburan karaoke, bilyard dan lain-lain untuk tutup selama Bulan Ramadhan,  berikutnya dilakukan penanda tanganan kesepakatan pengamanan Ramadahn 1437 H yang ditanda tangani segenap Forkopimda dan para Tokoh Agama.
          Bahkan dalam wawancaranya ditegaskan pentingnya Rapat Koordinasi ini agar mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, tempat hiburan, bilyard dan lain-lain,  karena tingkat kriminalitas saat itu nanti akan naik termasuk kesiapan-kesiapan kita, satuan yang akan dilibatkan adalah utamanya dengan TNI, Pemda dan masyarakat. 
          Wakil Bupati Jember Drs Muqid Arief dalam sambutannya juga sangat mendukung apa yang telah diinisiasi oleh Kapolres Jember, bahkan beberapa waktu yang lalu ada beberapa orang menghadap saya untuk mengijinkan buka selama Bulan Ramadhan, dan saya denga tegas menolak karena saya sangat setuju degan apa yang telah dilakukan oleh Kapolres.
          Komandan Kodim 0824 Jember meyikapi Pengamanan Ramadhan 1437 H ini sangat mendukung sekali, Kodim sebagai bagian integral dari TNI tentunya siap memback up perkuatan pengamanan sesuai dengan ketentuan, selama ini Kodim 0824 telah bersinergi dengan baik bersama Polres Jember dalam upaya menciptakan kondusifitas Kabupaten Jember. (sis24) 

   


Kamis, 28 April 2016

INGIN JADIKAN KOTA KRIPIK TEMPE JADI PILOT PROJECT WORLD BANK DATANGI TRENGGALEK

Bupati Emil Dardak beserta Wakil nya Arifin.

TRENGGALEK – Trenggalek Jawa Timur mulai dipandang oleh banyak petinggi Negara.Hal ini tidak lepas dari konsep luar biasa dari Bupati Emil Dardak beserta Wakil nya Arifin.
           Kota yang selama ini seakan “terpinggirkan “ ,kini pelan tapi pasti mulai mendapat tempat. Tentu saja ini merupakan terobosan dari pemimpin baru mereka .
          Kedua pemimpin ini sangat piawai dalam  mempromosikan kota ini lewat media cetak maupun elektronik,konsep kedua pemimpin muda ini perlu diapresiasi. Oleh karena itu pada Kamis  yang lalu perwakilan World Bank menyempatkan berkunjung ke kota ini untuk menemui Wakil Bupati Arifin di rumah dinasnya. Kedatangan perwakilan World Bank ini dalam rangka membicarakan terkait rencana world bank yang ingin menjadikan 8 kecamatan di Trenggalek sebagai pilot project perbaikan mutu pendidik PAUD di kota  keripik tempe ini.
          Kedatangan mereka  disambut sukacita oleh wakil bupati muda ini dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Kusprigianto, MM, dan Kabid PNFI  Zainal Abidin.
            “World bank mempunyai program perbaikan generasi desa. Rencananya world bank akan meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidik PAUD  yang ada di Trenggalek.itulah tujuan Word Bank dating ke Trenggalek “ ,Terang Hardi Handoko selaku Konsultan Program kepada Wartawan Bongkar.
 Dikarenakan dalam system pendidikan PUD ini terdapat beberapa sistem yang cukup baik dan bisa diakses melalui dana-dana desa. PAUD sesuai dengan UU 23 tahun 2014 akan menjadi prioritas salah satu daerah ataupun desa.Oleh karena itu diharapkan setelah selesai nanti program ini dapat menjadi contoh pembinaan guru Paud sampai dengan tingkat daerah
     Zainal selaku Kabid PNFI menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik Trenggalek dijadikan piloting Program generasi desa ini. “ Bank dunia ini akan mengadakan pelatihan bagi guru PAUD untuk meningkatkan kualitas,dan kegiatan ini mungkin berjalan selama 2 tahun,” terangnya
Ditambahkan oleh Zainal bahwa pihaknya sangat mendukung  program ini dikarenakan memang beberapa guru PAUD kita banyak yang belum memenuhi standarisasi tenaga pendidik PAUD seperti halnya kewajiban lulusan S1 dibidangnya masing-masing.
          Sementara itu Wabub Arifin memberi contoh bahwa dibeberapa Negara berkembang dalam dokumen SDI.GIS menyepakati adanya in quality, Negara-negara maju diharapkan dapat menularkan kemajuannya di Negara-negara berkembang. Sehingga untuk menularkan kemajuannya world bank yang disponsori oleh Australia mencoba menggagas program peningkatan mutu guru-guru PAUD dengan melakukan pembinaan.
          Dalam dokumen SDI.GIS ada tiga sasaran yang ingin di capai yaitu anak usia dini, anak memasuki generasi  emas anak sekolah menengah sampai dengan sekolah atas dan yang ketiga bagaimana anak-anak ini bisa bermanfaat nantinya dimasyarakat, tegasnya.
Kedepannya pemerintah ingin mendorong masyarakat untuk mengenyam pendidikan Universitas bila ada peluang, namun bila tidak ada peluang  paling tidak mengenyam pendidikan vokasional, Dicontohkan oleh Wabub kita punya SMK tata busana dan engginering atau elektro, kenapa bila kita punya proyek pengadaan baju ataupun pengadaan mesin TTG kita tidak memakai hasil karya mereka. Seperti halnya Solo Pak Jokowi memakai mobil SMK.
          World Bank di Trenggalek ingin fokus meingkatkan mutu pendidikan anak usia dini, sebagai proyek percontohan bagi daerah lainnya. Trenggalek diminta care terhadap pendidikan ini yang didorong oleh mereka sampai dengan proses penganggaran melalui dana desa sehingga pelayanan dasar di desa dapat terpenuhi seperti pendidikan ataupun kesehatan, ucapnya. (pheny )









Sabtu, 26 Maret 2016

FORWALIM Jember Adakan Dialog Solutif “ MENGGALI POTENSI JEMBER “ ( Sektor Pariwisata ,Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya )


JEMBER - Dalam rangakaian Hari Pers Nasional ( HPN ) ke 70 Tahun 2016 yang jatuh pada tanggal 9 Pebruari, Forum Wartawan Lintas Media ( FORWALIM ) Jember mengadakan Dialog Solutif dengan Tema  “Menggali Potensi Jember “ dengan bidang garapan Sektor Pariwisata Ekonomi dan Seni Budaya yang diadakan di Shop Coffe Gajah Mada Squer Sabtu ( 20/2 ) kemaren.
    Disamping pengurus lengkap Forum Wartawan Lintas Media Jember, perhelatan ini juga dihadiri oleh Wartawan Senior seperti Aga Suratno dkk yang bertindak sebagai nara sumber, yang tidak kalah menariknya dialog solutif ini juga dihadiri oleh anggota DPR RI Propinsi dari Fraksi Golkar Dapil 4 Jember-Lumajang yakni H. Karimullah (Komesi, Red ) yang di undang secara khusus oleh FOWALIM Jember untuk memberikan sebuah pencerahan tentang kepada Wartawan Jember dalam rangka memaksimalisasi frofesi kewartawanannya  dalam rangka menyambut MEA yang sudah digulirkan oleh pemerintah.
    Mengawali sambutannya Ihya’ Ulumuddin SH selaku Ketua Forum Wartawan Lintas Media ( FORWALIM ) Jember, mengucapkan banyak terima kasih yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri undangan ini, sehingga acara ini bisa berlangsung sesuai dengan rencana, diakhir sambutannya Ketua FORWALIM Jember meminta kepada semua wartawan yang hadir untuk lebih eksis lagi dalam berkarya dan tidak segan-segannya untuk belajar dengan rekan-rekan wartawan senior, tidak usah malu-malu disini kita belajar bersama, sementara Wartawan Senior Jember Aga Suratno meminta kepada seluruh wartawan yang hadir agar mampu berkarya dengan baik, karena tema kali ini adalah menggali potensi Jember sektor Pariwisata Enonomi Kreatif dan Seni, maka diharapkan wartawan sebagai control sosial pemerintah maka harus mampu menginformasikan tentang obyek-obyek wisata yang ada di Jember dengan cara menggali potensi yang sekiranya dapat dan mampu menumbuhkan peluang tumbuh kembangnya perekonomian di Jember, bahkan Aga Suratno akan memberikan Reward kepada wartawan atas karyanya yang mengangkat tentang Potensi Daerah.
    Hal senada juga disampaikan oleh Ruly Efendi dari Radar Jember, Ruly mengajak bersama-sama untuk menurunkan tulisannya tentang potensi Daerah Jember dari Sektor Pariwisata, agar supaya pemerintah lebih greget untuk menggarap sector pariwisata ini, karena masih banyak sector-sektor Pariwisata yang masih belum tergarap secara serius maka tugas para wartawan inilah untuk menurunkan tulisannya, “ayo kita bareng-baren”, papar Ruly yang disambut tepuk tangan oleh wartawan yang hadir diacara tersebut.
    Sementara H. Karimullah SE, anggota DPR-RI ini menyoroti tentang Infrastruktur pendukung untuk menuju obyek wisata di Jember, menurut Haji Karim sapaan akrab Haji Karimullah, bahwa akses menuju obyek wisata memang belum tergarap secara maksimal, termasuk obyek pariwisata sendiri, seharusnya daerah lebih kompeptitif dalam permasalahan ini,kita masih kalah jauh dengan Kabupaten tetangga seperti Banyuwangi dan Malang, nah inilah memang tugas wartawan Jember, harap Karimullah yang mengaku menjadi Anggota Dewan juga berkat Dukungan dari Wartawan Jember.
    Usai Dialog Solutif tentang menggali potensi, kemudian dilanjudkan dengan season kedua yang secara khusus membahas agenda bagaimana menciptakan wartawan yang professional dalam rangka menjawab tatantangan tentang Imed masyarakat terhadap profesi wartawan, forum ini dibuka langsung oleh Ketua FORWALIM Jember Ihya’ Ulumuddin SH, menurut Bang Udik biasa disapa, bahwa memang imed profesi wartaan dimasyarakat sudah jelek, padahal masih lebih banyak wartawan yang masih baik dan bagus, ini bisa terjadi karena ulah segelintir wartawan yang ketika dilapangan mereka bekerja tidak sesuai dengan frofesinya, semisal melakukan pemerasan, dan lain-lain, profesi wartawan adalah profesi yang mengasyikan, akan tetapi sangat beresiko tinggi, olehnya harus berhati-hati, menulis berdasarkan data, berfikir menggunakan logika, kita bukan penyidik, bukan hakim dan bukan jaksa, kita sebatas klarifikasi atas temuan kita dilapangan,kita sedang di uji, pemerintah khususnya dewan Pers meminta agar para wartawan ini bisa mengikuti UKW. UKW ini sebenarnya sangat menolong kita, lalu bagaimana dengan kemampuan kita dilapangan, untuk itu kita masih terus berupaya agar semua waratawan nantinya lolos dari UKW, ungkap Udik.
    Ruly Efendy yang mengaku sudah lolos UKW tidak menampik bahwa uapaya ini sebenarnya adalah untuk mengurangi Jumlah Wartawan yang ada saat ini, nah dengan UKW ini bisa disaring sehingga bagi yang tidak lolos ya tidak bisa jadi wartawan dengan sendirinya. Ada 9 pertanyaan yang harus kita jawab saat UKW, dari 9 pertanyaan ini semaunya adalah mengenai tugas kita sehari-hari, rasanya kita semua bisa menjawabnya asal kita memang melaksanakan tugas ini dengan baik dilapangan, kita tidak usah takut atau grogi, ayo kita belajar bersama, tidak ada lagi wartawan mingguan atau harian, saya sendiri secara jujur ingin di mingguan, kita memang perlu belajar, wartawan ini kan identik dengan tulisannya , iya kan, makanya ayo kita nulis, saya masih belum sempurna tapi saya ingin belajar bersama, sehingga nantinya wartawan Jember bisa disegani oleh wartawan diluar Jember karena tulisannya, wartawan yang baik adalah wartawan yang mampu menurunkan tulisan yang enak dibaca, menghibur namun juga ada hikmah atau berdampak positif bagi yang membancanya, tidak mengadu domba karena adanya tulisan yang tidak berdasarkan data atau fakta,dialog solutif Forum Wartawan Lintas Media Jember ini di ikuti oleh sekurang-kurangnya 88 Wartawan ( KH Usman )