Tampilkan postingan dengan label berita utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita utama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 November 2017

WUJUDKAN KONSEL KAWASAN 100.000 SAPI MENDUKUNG DESA MAJU KONSEL HEBAT MENUJU LUMBUNG DAGING NASIONAL




Laporan – Edison
Wartawan Tabloid Indonesia Jaya

KONSEL - Dalam rangka  bulan bakti peternakan terpadu konsel 2017 (30/10/2017) secara langsung dihadiri oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI (Drh. I Ketut Diarmita,MP) di lapangan desa Lapoa kecamatan Tinanggea kabupaten Konawe Selatan provinsi Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini merupakan langkah dari pemerintah daerah dalam hal ini bupati Konawe Selatan (Surunuddin Dangga) dalam  mendukung program-program terkait dengan sektor peternakan yang ada di Sulawesi Tenggara. Peternakan adalah segala aktivitas manusia yang berhubungan dengan memelihara hewan ternak yang dapat diambil manfaatnya dari hewan tersebut guna memenuhi kebutuhan hidup.
Berangkat dari penjelasan tersebut (I Ketut Diarmita) saat diwawancarai media dilokasi acara ia mengungkapkan kegiatan ini adalah komitmen dari program pemda dan harus didukung sehingga dapat terwujud secara nyata, dan pada tahun 2017 ini telah diberikan bantuan untuk Konawe Selatan yaitu pengembangan 10.000 ayam arab dan 300 sapi yang  disalurkan pada bulan Juni  untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat khususnya di Konawe Selatan.
Kegiatan ini pula dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara (Muhammad Nasir), Kadis PKH Konsel (Syamsul), Wakil Bupati (Arsalim Arifin), Direktur utama Bank Sultra, Kajari Konsel, Ketua DPRD(Irham Kalenggo) beserta para jajaran SKPD sekabupaten Konawe Selatan,Direktur Pembinaan Mayarakat Polda Sultra, Kapolres Konsel, Kapolsek Tinanggea beserta jajaran, Danramil Tinanggea, serta para camat sekabupaten Konawe Selatan beserta para  jajaran yang akan menyaksikan secara langsung pelantikan dan program-program yang akan dijalankan kedepannya.
Dan melalui kesempatan itu pula secara khusus dirjen peternakan dan kesehatan hewan (I Ketut Diarmita) melantik para Asosiasi Pedagang Pengumpul Ternak yang nantinya dapat mendukung program dalam sektor peternakan dan pembudidayaan hewan.
Harapan Bupati Konsel  dengan adanya kegiatan ini semoga dapat meningkatkan hasil peternakan dan pemerintah pusat dapat mendukung program-program yang dilaksanakan.
Edison

Kamis, 26 Oktober 2017

Warga Minta Pemkot Padang Tangani Banjir di Kelurahan Padang Sarai



 
Laporan : Bram Deny
Wartawan Tabloid Indonesia Jaya

PADANG - Pesatnya pembangunan perumahan dikota Padang sebagian berdampak buruk terhadap warga lain. Yakni seperti yang dialami warga komplek perumahan SINAR BENING yang akrab disebut komplek ASABRI dikelurahan Padang Sarai kecamatan Koto Tangah kota Padang bagian Utara yang berbatasan dengan kabupaten Padang Pariaman yang merendam perumahan mereka ketika hujan deras mengguyur kota Padang.

Penyebabnya selain gorong gorong selokan (parit/bandar) yang sudah hancur sehingga air tidak mengalir lancar disaat curah hujan yang cukup tinggi karena perumahan ASABRI itu adalah perumahan yang pertama kali dibangun dikelurahan tersebut pada tahun 1990 dengan fasilitas lengkap dengan saluran pengairan(drainase).

Kami berharap Gubernur dan Walikota Padang perhatikan juga daerah kami ini, unjuk warga setempat. Genangan air di komplek ASABRI bukan hanya karena saluran tersumbat tapi debit air bertambah dengan aliran air dari perumahan sekitar yaitu perumahan TAMAN FIRDAUS yang lama dan yang baru dengan dataran tanah yang lebih tinggi tidak mengadakan drainase yang lebih memadai.

Karena pembangunan perumahan TAMAN FIRDAUS lh komplek kami tambah kebanjiran,punggas warga. Dan ironisnya RT 05 Taman Firdaus mengerahkan warganya untuk membuat saluran genangan air yang mengarah ke komplek ASABRI yang membuat warga makin resah yang akan berunjukrasa kepada kelurahan dan kecamatan untuk penyelesaian normalisasi pengairan tersebut.

Berselang waktu wartawan Indonesiajaya mengkomfirmasi pihak Walikota Padang Mahyeldi via ponselnya mengarahkan kepada SKPD terkait dan berlanjut wartawan Indonesiajaya komfirmasi Camat Koto Tangah via ponsel juga yang kebetulan sedang tugas keluar daerah ke Madura mengatakan bahwa izin pembangunan perumahan secara JukLak dan JukNisnya harus ada drainase,jelasnya. Dan Camat berjanji akan turun kelokasi pada hari senen tanggal 23 bulan Oktober 2017. (bram)

Rabu, 25 Oktober 2017

MENINGKATKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA



Laporan : Edison
Wartawan Tabloid Indonesia Jaya



KONSEL - Seyogyanya apabila desa-desa sekarang berlomba untuk meningkatkan pembangunan infrastrukturnya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
Desa Pudahoa kecamatan Mowila  kabupaten Konawe Selatan provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu desa yang sedang giat melaksanakan pembangunan tersebut. Terlebih salah satu pondok pesantren gontor 7 putra berada didesa ini sehingga wajar apabila perbaikan demi perbaikan dilakukan wilayah tersebut.
Kepala desa Pudahoa (Amir Rahman) mengungkapkan penggunaan dana desa tahun anggaran 2017 untuk program pembangunan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) dibidang pembangunan desa antara lain  peningkatan Jalan Usaha Tani  volume  2880 meter dengan biaya prasarana sebesar Rp.390.950.400,- OP TPK 4% Rp.16.220.300,-  kemudian SPAL volume 77,3  meter  biaya prasarana sebesar Rp.41.310.000 swadaya Rp.5.025.000,-
Pembangunan ini adalah tahap I yang sudah berjalan 60% dan akan berlangsung nantinya tahap II  sehingga (Amir Rahman) berharap agar desa yang dipimpinnya kedepannya dapat lebih berkembang dan taraf hidup masyarakat lebih meningkat.
Edison

Minggu, 22 Oktober 2017

REHABILITASI GEDUNG RKB (Ruang Kelas Baru) SMP NEGERI 9 KONSEL




Laporan : Edison
Wartawan Tabloid Indonesia Jaya

KONSEL -  Sekolah merupakan lembaga sosial yang keberadaannya merupakan bagian dari sistem sosial bangsa yang bertujuan untuk mencetak manusia sosial yang cakap, demokratis bertanggungjawab ,beriman,bertaqwa, sehat jasmani dan rohani melalui pengetahuan dan keterampilan, berkepribadian yang mantap serta mandiri.
Berkenaan dengan hal tersebut untuk mewujudkan mutu pendidikan yang berkualitas sarana dan prasarana sekolah harus memadai. Dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyangkut Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan secara nasional pada Bab VII pasal 42 disebutkan bahwa (1) setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar  dan lain sebagainya, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan, (2)  setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidikan, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium dan sebagainya yang diperlukan menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
SMP Negeri 9 Konsel adalah salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan Rehabilitasi gedung RKB (Ruang Kelas Baru) sebesar 425.000.000,-  sumber dana berasal dari Blok Grand Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SMP Negeri 9 Konsel yang beralamat di desa Tridana Mulya kecamatan Landono kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kepala sekolah SMP Negeri 9 Konsel (Ratna Muslim,S.Pd) saat ditemui dikantornya (20/10/2017) bersyukur dengan adanya bantuan RKB tersebut karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi para siswa maupun guru agar pembelajaran dapat efektif dan efisien.

Senin, 24 Oktober 2016

Wakil Walikota Langsa Resmikan



KOTA LANGSA - Walikota Langsa H Marzuki Hamid , membuka secara resmi pelatihan pembuatan abon (olahan ikan) kepada ibu-ibu Dasa Wisma Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro, Selasa di aula kantor keuchik gampong setempat. Pelatihan itu diselenggarakan Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI) didukung Lembaga Muslim Aid Indonesia.
Wakil walikota mengatakan, pihaknya sangat mendukung program yang dilakukan lembaga tersebut, karena membantu kemajuan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Apalagi diketahui Langsa tidak memiliki potensi tambang, emas, hutan dan lainnya, yang ada adalah sektor jasa dan pendidikan serta wisata.

"Sehingga dengan adanya bantuan lembaga donor seperti ini, sangat bermanfaat ketika adanya pengembangan seperti pembuatan produk makanan abon ini," katanya.

Koordinator Program Muslim Aid Indonesia Tatang Husaini mengatakan, pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan pelatihan ini dalam rangka memandirikan masyarakat khususnya kaum ibu, untuk meningkatkan keunggulan produk daerah dari sisi produksi rumah tangga.

"Sehingga mereka mendapat pendapatan pokok, dan salah satu menjadi produk unggulan daerah setempat," katanya.

Menurutnya, program pelatihan ini dikhususkan bagi gampong yang berdekatan atau yang berada di sekitar kamp pengungsian warga Rohingya Gampong Timbang Langsa. Sebelumnya Muslim Aid fokus terhadap program sosial untuk membantu pengungsi Rohingya tersebut.

"Namun sekarang masyarakat sekitar pengungsian juga harus dibantu, agar pengungsi dan masyarakat tersebut bisa hidup berdampingan, serta tidak menimbulkan kecemburuan sosial," ujarnya.

Ditambahkan Tatang, selain di Langsa, pada pengungsian Rohingya di Aceh Utara Muslim Aid juga melakukan pelatihan membantu pemberdayaan ekonomi, serta ditambah penyediaan air bersih.

Sedangkan staf YKMI Taufiq melaporkan, di kesempatan sama juga dilaksanakan serah terima perlengkapan olahraga bagi Gampong Timbang Langsa.

Saat itu juga dilakukan penghijauan sebanyak 2.000 batang pohon jenis asam jawa, mahoni, mangga, rambutan, dan durian, merupakan bantuan Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian Langsa. Pohon itu ditanam di areal kamp pengungsian dan gampong setempat. (
dn)



KTNA Provinsi Diminta Segerakan Rembug Luar Biasa



ACEH TAMIANG -Tujuh ketua kecamatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se-Kabupaten Aceh Tamiang bersama Forum Penangkar Benih meminta KTNA Provinsi Aceh untuk segera melaksanakan Rembug Luar biasa bagi KTNA Aceh Tamiang.
Sebelumnnya tujuh KTNA kecamatan dan Forum Penangkar Benih telah melakukan audiensi ke Kepala Badan Ketahanan Pangan Aceh dan Ketua KTNA Provinsi Aceh terkait persoalan internal di tubuh lembaga tersebut.

Sugiono, koordinator ketujuh ketua KTNA kecamatan dan penangkar benih, kepada wartawan, Selasa (20/9) mengatakan, audensi yang dilaksanakan 7 September 2016 di Banda Aceh dengan mewakilan Rinaldi dari KTNA dan Erwinsyah dari forum menanyakan tindaklanjut surat mereka tertanggal 8 Agustus 2016 disusul penyerahan stempel oleh tujuh KTNA kecamatan ke Badan Penyuluh Pertanian Aceh Tamiang.

Adapun tujuh KTNA kecamatan tersebut yakni Karang Baru, Manyak Payed, Sekerak, Tamiang Hulu, Kejuruan Muda dan Banda Mulia. Sementara dari Forum penangkar Benih sebanyak delapan orang.

"KTNA Provinsi Aceh dan KTNA Pusat di Jakarta harus mendengarkan aspirasi yang berkembang saat ini," ujar Sugiono yang juga menjabat Wakil Ketua II KTNA Aceh Tamiang, didampinggi Rahmad Syafrial dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Aceh Tamiang selaku kuasa hukum dari ketujuh ketua KTNA kecamatan tersebut.

Menurut Sugiono, apabila masalah ini tidak segera ditindaklanjuti, dikwatirkan semakin melemahkan kepercayaan petani kepada organisasi payungnya petani itu, kemudian mandegnya aktivitas keorganisasian dan pastinya berdampak merugikan sektor pertanian.

"Terlebih semakin dekatnya waktu pelaksanaan Penas (Pekan Nasional) yang akan dilaksanakan Mei 2017 di Banda Aceh, pasti nanti akan mengalami kendala dukungan dari petani di Kabupaten Aceh Tamiang,"ujar Sugiono.

Sementara Ketua KTNA Kecamatan Karang Baru Rinaldy menilai, kinerja KTNA Aceh Tamiang sudah sangat bertolak belakang dengan keinginan petani. Bahkan KTNA kabupaten terkesan menimbulkan berbagai persoalan dalam kegiatan petani itu sendiri.

"KTNA seharusnya sebagai organisasi yang memajukan petani, bukan sebaliknya dapat mendatangkan kerugian bagi petani," ucap Rinaldy. (
ZL)