KAB.
TEGAL – Masyarakat dari beberapa desa di kaki
gunung slamet arak gunungan berisi nasi
tumpeng, buah – buahan hasil bumi ,ondel-ondel dan masyarakat dihibur tarian tradisional
dan pentas marching band dari pelajar sekolah tepat di depan panggung pentas
halaman parkir Ow.guci, kemarin.
Acara
yang berlangsung meriah kali ini diawali dengan pemandian kambing kendit di
pancuran 13 yang merupakan pancuran alami. Tradisi ruwatan sendiri sebagai
wujud syukur kepada sang pencipta serta agar masyarakat di lereng gunung slamet
terhindar dari berbagai bencana
Salah
satu wisatawan desi (22th) warga pekalongan yang kebetulan bersama teman –
temanya berkunjung ke OW. Guci saat ditanyai mengenai tradisi ruwatan ,dirinya
sangat terhibur oleh pentas seni dan tradisi masyarakat yang tidak lupa akan
tradisi jaman dahulu
Hal
senada pun dikatakan salah satu pedagang
di Ow. Guci, ,acara ruwatan ini sudah menjadi acara tahunan masyarakat
guci dengan mengarak gunungan hasil bumi
“Syukur
Alhamdulillah adanya arak – arakan pas kebetulan hujan membuat dagangan saya
laris terjual,” ucapnya. (wurdiyanto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar