Bupati Emil Dardak beserta Wakil nya Arifin.
TRENGGALEK – Trenggalek Jawa Timur mulai dipandang oleh banyak petinggi Negara.Hal ini tidak lepas dari konsep luar biasa dari Bupati Emil Dardak beserta Wakil nya Arifin.
Kota yang selama ini seakan “terpinggirkan “ ,kini pelan tapi pasti mulai mendapat tempat. Tentu saja ini merupakan terobosan dari pemimpin baru mereka .
Kedua pemimpin ini sangat piawai dalam mempromosikan kota ini lewat media cetak maupun elektronik,konsep kedua pemimpin muda ini perlu diapresiasi. Oleh karena itu pada Kamis yang lalu perwakilan World Bank menyempatkan berkunjung ke kota ini untuk menemui Wakil Bupati Arifin di rumah dinasnya. Kedatangan perwakilan World Bank ini dalam rangka membicarakan terkait rencana world bank yang ingin menjadikan 8 kecamatan di Trenggalek sebagai pilot project perbaikan mutu pendidik PAUD di kota keripik tempe ini.
Kedatangan mereka disambut sukacita oleh wakil bupati muda ini dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Kusprigianto, MM, dan Kabid PNFI Zainal Abidin.
“World bank mempunyai program perbaikan generasi desa. Rencananya world bank akan meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidik PAUD yang ada di Trenggalek.itulah tujuan Word Bank dating ke Trenggalek “ ,Terang Hardi Handoko selaku Konsultan Program kepada Wartawan Bongkar.
Dikarenakan dalam system pendidikan PUD ini terdapat beberapa sistem yang cukup baik dan bisa diakses melalui dana-dana desa. PAUD sesuai dengan UU 23 tahun 2014 akan menjadi prioritas salah satu daerah ataupun desa.Oleh karena itu diharapkan setelah selesai nanti program ini dapat menjadi contoh pembinaan guru Paud sampai dengan tingkat daerah
Zainal selaku Kabid PNFI menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik Trenggalek dijadikan piloting Program generasi desa ini. “ Bank dunia ini akan mengadakan pelatihan bagi guru PAUD untuk meningkatkan kualitas,dan kegiatan ini mungkin berjalan selama 2 tahun,” terangnya
Ditambahkan oleh Zainal bahwa pihaknya sangat mendukung program ini dikarenakan memang beberapa guru PAUD kita banyak yang belum memenuhi standarisasi tenaga pendidik PAUD seperti halnya kewajiban lulusan S1 dibidangnya masing-masing.
Sementara itu Wabub Arifin memberi contoh bahwa dibeberapa Negara berkembang dalam dokumen SDI.GIS menyepakati adanya in quality, Negara-negara maju diharapkan dapat menularkan kemajuannya di Negara-negara berkembang. Sehingga untuk menularkan kemajuannya world bank yang disponsori oleh Australia mencoba menggagas program peningkatan mutu guru-guru PAUD dengan melakukan pembinaan.
Dalam dokumen SDI.GIS ada tiga sasaran yang ingin di capai yaitu anak usia dini, anak memasuki generasi emas anak sekolah menengah sampai dengan sekolah atas dan yang ketiga bagaimana anak-anak ini bisa bermanfaat nantinya dimasyarakat, tegasnya.
Kedepannya pemerintah ingin mendorong masyarakat untuk mengenyam pendidikan Universitas bila ada peluang, namun bila tidak ada peluang paling tidak mengenyam pendidikan vokasional, Dicontohkan oleh Wabub kita punya SMK tata busana dan engginering atau elektro, kenapa bila kita punya proyek pengadaan baju ataupun pengadaan mesin TTG kita tidak memakai hasil karya mereka. Seperti halnya Solo Pak Jokowi memakai mobil SMK.
World Bank di Trenggalek ingin fokus meingkatkan mutu pendidikan anak usia dini, sebagai proyek percontohan bagi daerah lainnya. Trenggalek diminta care terhadap pendidikan ini yang didorong oleh mereka sampai dengan proses penganggaran melalui dana desa sehingga pelayanan dasar di desa dapat terpenuhi seperti pendidikan ataupun kesehatan, ucapnya. (pheny )
TRENGGALEK – Trenggalek Jawa Timur mulai dipandang oleh banyak petinggi Negara.Hal ini tidak lepas dari konsep luar biasa dari Bupati Emil Dardak beserta Wakil nya Arifin.
Kota yang selama ini seakan “terpinggirkan “ ,kini pelan tapi pasti mulai mendapat tempat. Tentu saja ini merupakan terobosan dari pemimpin baru mereka .
Kedua pemimpin ini sangat piawai dalam mempromosikan kota ini lewat media cetak maupun elektronik,konsep kedua pemimpin muda ini perlu diapresiasi. Oleh karena itu pada Kamis yang lalu perwakilan World Bank menyempatkan berkunjung ke kota ini untuk menemui Wakil Bupati Arifin di rumah dinasnya. Kedatangan perwakilan World Bank ini dalam rangka membicarakan terkait rencana world bank yang ingin menjadikan 8 kecamatan di Trenggalek sebagai pilot project perbaikan mutu pendidik PAUD di kota keripik tempe ini.
Kedatangan mereka disambut sukacita oleh wakil bupati muda ini dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Kusprigianto, MM, dan Kabid PNFI Zainal Abidin.
“World bank mempunyai program perbaikan generasi desa. Rencananya world bank akan meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidik PAUD yang ada di Trenggalek.itulah tujuan Word Bank dating ke Trenggalek “ ,Terang Hardi Handoko selaku Konsultan Program kepada Wartawan Bongkar.
Dikarenakan dalam system pendidikan PUD ini terdapat beberapa sistem yang cukup baik dan bisa diakses melalui dana-dana desa. PAUD sesuai dengan UU 23 tahun 2014 akan menjadi prioritas salah satu daerah ataupun desa.Oleh karena itu diharapkan setelah selesai nanti program ini dapat menjadi contoh pembinaan guru Paud sampai dengan tingkat daerah
Zainal selaku Kabid PNFI menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik Trenggalek dijadikan piloting Program generasi desa ini. “ Bank dunia ini akan mengadakan pelatihan bagi guru PAUD untuk meningkatkan kualitas,dan kegiatan ini mungkin berjalan selama 2 tahun,” terangnya
Ditambahkan oleh Zainal bahwa pihaknya sangat mendukung program ini dikarenakan memang beberapa guru PAUD kita banyak yang belum memenuhi standarisasi tenaga pendidik PAUD seperti halnya kewajiban lulusan S1 dibidangnya masing-masing.
Sementara itu Wabub Arifin memberi contoh bahwa dibeberapa Negara berkembang dalam dokumen SDI.GIS menyepakati adanya in quality, Negara-negara maju diharapkan dapat menularkan kemajuannya di Negara-negara berkembang. Sehingga untuk menularkan kemajuannya world bank yang disponsori oleh Australia mencoba menggagas program peningkatan mutu guru-guru PAUD dengan melakukan pembinaan.
Dalam dokumen SDI.GIS ada tiga sasaran yang ingin di capai yaitu anak usia dini, anak memasuki generasi emas anak sekolah menengah sampai dengan sekolah atas dan yang ketiga bagaimana anak-anak ini bisa bermanfaat nantinya dimasyarakat, tegasnya.
Kedepannya pemerintah ingin mendorong masyarakat untuk mengenyam pendidikan Universitas bila ada peluang, namun bila tidak ada peluang paling tidak mengenyam pendidikan vokasional, Dicontohkan oleh Wabub kita punya SMK tata busana dan engginering atau elektro, kenapa bila kita punya proyek pengadaan baju ataupun pengadaan mesin TTG kita tidak memakai hasil karya mereka. Seperti halnya Solo Pak Jokowi memakai mobil SMK.
World Bank di Trenggalek ingin fokus meingkatkan mutu pendidikan anak usia dini, sebagai proyek percontohan bagi daerah lainnya. Trenggalek diminta care terhadap pendidikan ini yang didorong oleh mereka sampai dengan proses penganggaran melalui dana desa sehingga pelayanan dasar di desa dapat terpenuhi seperti pendidikan ataupun kesehatan, ucapnya. (pheny )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar