Sabtu, 26 Maret 2016

FORWALIM Jember Adakan Dialog Solutif “ MENGGALI POTENSI JEMBER “ ( Sektor Pariwisata ,Ekonomi Kreatif dan Seni Budaya )


JEMBER - Dalam rangakaian Hari Pers Nasional ( HPN ) ke 70 Tahun 2016 yang jatuh pada tanggal 9 Pebruari, Forum Wartawan Lintas Media ( FORWALIM ) Jember mengadakan Dialog Solutif dengan Tema  “Menggali Potensi Jember “ dengan bidang garapan Sektor Pariwisata Ekonomi dan Seni Budaya yang diadakan di Shop Coffe Gajah Mada Squer Sabtu ( 20/2 ) kemaren.
    Disamping pengurus lengkap Forum Wartawan Lintas Media Jember, perhelatan ini juga dihadiri oleh Wartawan Senior seperti Aga Suratno dkk yang bertindak sebagai nara sumber, yang tidak kalah menariknya dialog solutif ini juga dihadiri oleh anggota DPR RI Propinsi dari Fraksi Golkar Dapil 4 Jember-Lumajang yakni H. Karimullah (Komesi, Red ) yang di undang secara khusus oleh FOWALIM Jember untuk memberikan sebuah pencerahan tentang kepada Wartawan Jember dalam rangka memaksimalisasi frofesi kewartawanannya  dalam rangka menyambut MEA yang sudah digulirkan oleh pemerintah.
    Mengawali sambutannya Ihya’ Ulumuddin SH selaku Ketua Forum Wartawan Lintas Media ( FORWALIM ) Jember, mengucapkan banyak terima kasih yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri undangan ini, sehingga acara ini bisa berlangsung sesuai dengan rencana, diakhir sambutannya Ketua FORWALIM Jember meminta kepada semua wartawan yang hadir untuk lebih eksis lagi dalam berkarya dan tidak segan-segannya untuk belajar dengan rekan-rekan wartawan senior, tidak usah malu-malu disini kita belajar bersama, sementara Wartawan Senior Jember Aga Suratno meminta kepada seluruh wartawan yang hadir agar mampu berkarya dengan baik, karena tema kali ini adalah menggali potensi Jember sektor Pariwisata Enonomi Kreatif dan Seni, maka diharapkan wartawan sebagai control sosial pemerintah maka harus mampu menginformasikan tentang obyek-obyek wisata yang ada di Jember dengan cara menggali potensi yang sekiranya dapat dan mampu menumbuhkan peluang tumbuh kembangnya perekonomian di Jember, bahkan Aga Suratno akan memberikan Reward kepada wartawan atas karyanya yang mengangkat tentang Potensi Daerah.
    Hal senada juga disampaikan oleh Ruly Efendi dari Radar Jember, Ruly mengajak bersama-sama untuk menurunkan tulisannya tentang potensi Daerah Jember dari Sektor Pariwisata, agar supaya pemerintah lebih greget untuk menggarap sector pariwisata ini, karena masih banyak sector-sektor Pariwisata yang masih belum tergarap secara serius maka tugas para wartawan inilah untuk menurunkan tulisannya, “ayo kita bareng-baren”, papar Ruly yang disambut tepuk tangan oleh wartawan yang hadir diacara tersebut.
    Sementara H. Karimullah SE, anggota DPR-RI ini menyoroti tentang Infrastruktur pendukung untuk menuju obyek wisata di Jember, menurut Haji Karim sapaan akrab Haji Karimullah, bahwa akses menuju obyek wisata memang belum tergarap secara maksimal, termasuk obyek pariwisata sendiri, seharusnya daerah lebih kompeptitif dalam permasalahan ini,kita masih kalah jauh dengan Kabupaten tetangga seperti Banyuwangi dan Malang, nah inilah memang tugas wartawan Jember, harap Karimullah yang mengaku menjadi Anggota Dewan juga berkat Dukungan dari Wartawan Jember.
    Usai Dialog Solutif tentang menggali potensi, kemudian dilanjudkan dengan season kedua yang secara khusus membahas agenda bagaimana menciptakan wartawan yang professional dalam rangka menjawab tatantangan tentang Imed masyarakat terhadap profesi wartawan, forum ini dibuka langsung oleh Ketua FORWALIM Jember Ihya’ Ulumuddin SH, menurut Bang Udik biasa disapa, bahwa memang imed profesi wartaan dimasyarakat sudah jelek, padahal masih lebih banyak wartawan yang masih baik dan bagus, ini bisa terjadi karena ulah segelintir wartawan yang ketika dilapangan mereka bekerja tidak sesuai dengan frofesinya, semisal melakukan pemerasan, dan lain-lain, profesi wartawan adalah profesi yang mengasyikan, akan tetapi sangat beresiko tinggi, olehnya harus berhati-hati, menulis berdasarkan data, berfikir menggunakan logika, kita bukan penyidik, bukan hakim dan bukan jaksa, kita sebatas klarifikasi atas temuan kita dilapangan,kita sedang di uji, pemerintah khususnya dewan Pers meminta agar para wartawan ini bisa mengikuti UKW. UKW ini sebenarnya sangat menolong kita, lalu bagaimana dengan kemampuan kita dilapangan, untuk itu kita masih terus berupaya agar semua waratawan nantinya lolos dari UKW, ungkap Udik.
    Ruly Efendy yang mengaku sudah lolos UKW tidak menampik bahwa uapaya ini sebenarnya adalah untuk mengurangi Jumlah Wartawan yang ada saat ini, nah dengan UKW ini bisa disaring sehingga bagi yang tidak lolos ya tidak bisa jadi wartawan dengan sendirinya. Ada 9 pertanyaan yang harus kita jawab saat UKW, dari 9 pertanyaan ini semaunya adalah mengenai tugas kita sehari-hari, rasanya kita semua bisa menjawabnya asal kita memang melaksanakan tugas ini dengan baik dilapangan, kita tidak usah takut atau grogi, ayo kita belajar bersama, tidak ada lagi wartawan mingguan atau harian, saya sendiri secara jujur ingin di mingguan, kita memang perlu belajar, wartawan ini kan identik dengan tulisannya , iya kan, makanya ayo kita nulis, saya masih belum sempurna tapi saya ingin belajar bersama, sehingga nantinya wartawan Jember bisa disegani oleh wartawan diluar Jember karena tulisannya, wartawan yang baik adalah wartawan yang mampu menurunkan tulisan yang enak dibaca, menghibur namun juga ada hikmah atau berdampak positif bagi yang membancanya, tidak mengadu domba karena adanya tulisan yang tidak berdasarkan data atau fakta,dialog solutif Forum Wartawan Lintas Media Jember ini di ikuti oleh sekurang-kurangnya 88 Wartawan ( KH Usman )   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar