SIGI - Persoalan pendidikan di
Indonesia sangatlah pelik,apalagi di desa yang sangat jauh dari pantauan
pemerintah Daerah.Begitu juga dengan Guru,sang pengajar yang tak kenal lelah
untuk mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak muridnya.Hal ini yang di
alami oleh Leonard Jonatan (69) tahun,kepala sekolah SD BK Lonebasa.Desa
Lonebasa merupakan salah satu desa yang berada dikecamatan Pipikoro Kabupaten
Sigi Sulawesi Tengah.Jarak tempuh dari Ibu kota Kabupaten Sigi sekitar 145 KM
dan melewati jalan yang sangat extrim dan berbatu.
Ditemui di sekolahnya,SD BK Lonebasa
Leonard Jonatan dengan berpenampilan sederhana ini menceritakan kisahnya
sebelum diangkat menjadi PNS atau Guru.Dia bersyukur bisa menjadi Guru di
kampungnya sendiri jelasnya singkat.SD BK Lonebasa ini tidak mempunyai guru
tetap,hanya mempunyai guru bantu yang berstatus Honor sebanyak empat orang
yakni Komedi,Oktapianus,Norma serta Yulin Deliana.Jumlah sisiwa-siswinya
sebanyak 101 orang.
Hibah Tanah untuk Pembangunan
Sekolah Negeri
“Saya sudah usulkan ke dinas terkait
untuk Pembangunan sekolah Negeri di sini,saya juga sudah menghadap Kepala
Bidang Pendidikan Dasar dasar dan Kepala seksi Kurikulum”kata Leonard
Padahal sudah di buatkan surat
penyerahan tanah dari komedi ke kepala desa yang dahulu,untuk selanjutnya di
buatkan surat hibah tanah dari Desa ke Dinas terkait karena begitu
petunjuk dari Dinas tapi sampai saat ini belum di realisasikan Ungkap Leonard
Lokasinya sudah ada yang merupakan
hibah dari salah seorang guru honor yang bernama Komedi,dengan ikhlas
memberikan sebidang tanah dengan ukuran kurang lebih 1 Hektar imbuhnya.
“Saya berharap dengan terpilihnya
Kades dan Bupati Sigi yang baru agar memperhatikan dan menindaklanjuti
keinginan dari masyarakat desa Lonebasa menyangkut persoalan pendidikan dan
Pembangunan sekolah”tegas Leonard.
‘Kalau hanya berharap dari sekolah
SD BK ini sangat susah karena bantuan pemerintah hanya khusus sekolah Negeri
jadi kelak jika sudah ada sekolah negeri kita akan mudah mendapatkan bantuannya
dan tidak mematikan SD BK ini.Jadi tergantung keinginan dari orang tua sekolah
mana yang mereka pilih lanjut leonard.
”Masalah kedisiplinan di sekolah SD
BK ini sangat sulit saya terapkan,karena menyangkut status mereka yang masih
Honor atau mengabdi dan mereka juga sudah berkeluarga untuk itu saya berharap
kepada pemerintah daerah untuk dapat memperhatikan nasib empat orang guru ini
Tegasnya
“mereka di gaji dari SD BK
Rp.40.000/bulan apakah tega saya menerapkan kedisiplinan tentang pendidikan
yang tinggi kepada mereka” itu adalah hal yang mustahil” kata leonard’
Hasil pantauan media ini dengan
melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan dan Sungguh ironis memang satu
sekolah di kepalai oleh kepala sekolah,merangkap guru dengan di bantu oleh 4
orang guru honor mampu membina dan mengajar anak anak sekolah di desa yang
sangat jauh dengan fasilitas seadanya,sungguh ironis memang tapi inilah
kenyataan yang kita lihat sekarang.”semoga pendidikan di negeri kita semakin
maju”(Djoni Salumpana)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar