Senin, 24 Oktober 2016

Pengabdian Kepala Sekolah Yayasan SD Bala Keselamatan Lonebasa





SIGI - Persoalan pendidikan di Indonesia sangatlah pelik,apalagi di desa yang sangat jauh dari pantauan pemerintah Daerah.Begitu juga dengan Guru,sang pengajar yang tak kenal lelah untuk mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak muridnya.Hal ini yang di alami oleh Leonard Jonatan (69) tahun,kepala sekolah SD BK Lonebasa.Desa Lonebasa merupakan salah satu desa yang berada dikecamatan Pipikoro Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.Jarak tempuh dari Ibu kota Kabupaten Sigi sekitar 145 KM dan melewati jalan yang sangat extrim dan berbatu.
Ditemui di sekolahnya,SD BK Lonebasa Leonard Jonatan dengan berpenampilan sederhana ini menceritakan kisahnya sebelum diangkat menjadi PNS atau Guru.Dia bersyukur bisa menjadi Guru di kampungnya sendiri jelasnya singkat.SD BK Lonebasa ini tidak mempunyai guru tetap,hanya mempunyai guru bantu yang berstatus Honor sebanyak empat orang yakni Komedi,Oktapianus,Norma serta Yulin Deliana.Jumlah sisiwa-siswinya sebanyak 101 orang.
Hibah Tanah untuk Pembangunan Sekolah Negeri
“Saya sudah usulkan ke dinas terkait untuk Pembangunan sekolah Negeri di sini,saya juga sudah menghadap Kepala Bidang Pendidikan Dasar dasar dan Kepala seksi Kurikulum”kata Leonard
 Padahal sudah di buatkan surat penyerahan tanah dari komedi ke kepala desa yang dahulu,untuk selanjutnya di buatkan surat hibah tanah dari Desa ke Dinas terkait  karena begitu petunjuk dari Dinas tapi sampai saat ini belum di realisasikan Ungkap Leonard
Lokasinya sudah ada yang merupakan hibah dari salah seorang guru honor yang bernama Komedi,dengan ikhlas memberikan sebidang tanah dengan ukuran kurang lebih 1 Hektar imbuhnya.
“Saya berharap dengan terpilihnya Kades dan Bupati  Sigi yang baru agar memperhatikan dan menindaklanjuti keinginan dari masyarakat desa Lonebasa menyangkut persoalan pendidikan dan Pembangunan sekolah”tegas Leonard.
‘Kalau hanya berharap dari sekolah SD BK ini sangat susah karena bantuan pemerintah hanya khusus sekolah Negeri jadi kelak jika sudah ada sekolah negeri kita akan mudah mendapatkan bantuannya dan tidak mematikan SD BK ini.Jadi tergantung keinginan dari orang tua sekolah mana yang mereka pilih lanjut leonard.
”Masalah kedisiplinan di sekolah SD BK ini sangat sulit saya terapkan,karena menyangkut status mereka yang masih Honor atau mengabdi dan mereka juga sudah berkeluarga untuk itu saya berharap kepada pemerintah daerah untuk dapat memperhatikan nasib empat orang guru ini Tegasnya
“mereka di gaji dari SD BK Rp.40.000/bulan apakah tega saya menerapkan kedisiplinan tentang pendidikan yang tinggi kepada mereka” itu adalah hal yang mustahil” kata leonard’
Hasil pantauan media ini dengan melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan dan Sungguh ironis memang satu sekolah di kepalai oleh kepala sekolah,merangkap guru dengan di bantu oleh 4 orang guru honor mampu membina dan mengajar anak anak sekolah di desa yang sangat jauh dengan fasilitas seadanya,sungguh ironis memang tapi inilah kenyataan yang kita lihat sekarang.”semoga pendidikan di negeri kita semakin maju”(Djoni Salumpana)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar