Kota Langsa - Kepala RSUD Langsa yang baru dr.S diduga alergi dengan para kuli tinta (Wartawan) yang menjalankan tugasnya di dalam Wilayah Pemerintah kota Langsa, hal ini terlihat dari sikapnya yang tidak bijak dan tidak sportif terkait proses pembayaran uang langganan koran kepada puluhan Wartawan yang bermitra dengan pihak RSUD pada masa kepala dinas yang lama.
Menurut
puluhan Wartawan yang berhasil dikonfirmasi Wartawan mengatakan, dr.S selaku
Kepala RSUD Langsa dianggap diktator dengan tidak memikirkan nasib orang lain,
"coba bayangkan, sebut salah seorang Wartawan, rek koran bulan Juli s/d
Agustus menurut informasi yang diterimanya dari petugas di RSUD tersebut tidak
akan dibayar dengan alasan kepala dinas yang alergi terhadap Wartawan ini tidak
pernah menerima koran diruangannya, ini kan aneh, karena sebelum dia menjadi
kepala di RSUD tersebut disposisi untuk Wartawan ada di ruangan Bina Program,
bukan diruangan Kepala RSUD, tegas mereka dengan nada berang.
Lebih
lanjut puluhan Wartawan mengatakan, kalau seandainya hubungan kemitraan antara
RSUD dan Wartawan sudah tidak bisa dijalin lagi dengan kotek putus hubungan
langganan, itu tidak masalah, tapi yang sudah berjalan ya harus dibayar dulu dong,
jangan bersi keras membuat kebijakan yang terlalu kaku, dan yang perlu kita
ingat bersama, sambung mereka lagi, uang koran yang jumlahnya tidak seberapa
itu jangan sampai jadi bumerang bagi kepala RSUD itu sendiri kelak nantinya
dihari akhirat, karena apapun ceritanya utang ya tetap utang, dan harus
dibayar, dan itu perintah agama yang tidak bisa ditawar-tawar, tandas puluhan
Wartawan.
Sementara
itu, untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut Wartawan mencoba
menghubungi kepala RSUD Langsa dr.S, lewat solulernya guna kepentingan
konfirmasi, tapi gagal, telepon yang dituju berada diluar jangkauan, demikian
merdekabicara.com. (zn)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar