Laporan :
Bram Deny
Wartawan
Tabloid Indonesia Jaya
PADANG -
Pesatnya pembangunan perumahan dikota Padang sebagian berdampak buruk terhadap
warga lain. Yakni seperti yang dialami warga komplek perumahan SINAR BENING
yang akrab disebut komplek ASABRI dikelurahan Padang Sarai kecamatan Koto
Tangah kota Padang bagian Utara yang berbatasan dengan kabupaten Padang
Pariaman yang merendam perumahan mereka ketika hujan deras mengguyur kota
Padang.
Penyebabnya
selain gorong gorong selokan (parit/bandar) yang sudah hancur sehingga air
tidak mengalir lancar disaat curah hujan yang cukup tinggi karena perumahan
ASABRI itu adalah perumahan yang pertama kali dibangun dikelurahan tersebut
pada tahun 1990 dengan fasilitas lengkap dengan saluran pengairan(drainase).
Kami
berharap Gubernur dan Walikota Padang perhatikan juga daerah kami ini, unjuk
warga setempat. Genangan air di komplek ASABRI bukan hanya karena saluran
tersumbat tapi debit air bertambah dengan aliran air dari perumahan sekitar
yaitu perumahan TAMAN FIRDAUS yang lama dan yang baru dengan dataran tanah yang
lebih tinggi tidak mengadakan drainase yang lebih memadai.
Karena
pembangunan perumahan TAMAN FIRDAUS lh komplek kami tambah kebanjiran,punggas
warga. Dan ironisnya RT 05 Taman Firdaus mengerahkan warganya untuk membuat
saluran genangan air yang mengarah ke komplek ASABRI yang membuat warga makin
resah yang akan berunjukrasa kepada kelurahan dan kecamatan untuk penyelesaian normalisasi
pengairan tersebut.
Berselang
waktu wartawan Indonesiajaya mengkomfirmasi pihak Walikota Padang Mahyeldi via
ponselnya mengarahkan kepada SKPD terkait dan berlanjut wartawan Indonesiajaya
komfirmasi Camat Koto Tangah via ponsel juga yang kebetulan sedang tugas keluar
daerah ke Madura mengatakan bahwa izin pembangunan perumahan secara JukLak dan
JukNisnya harus ada drainase,jelasnya. Dan Camat berjanji akan turun kelokasi
pada hari senen tanggal 23 bulan Oktober 2017. (bram)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar