Senin, 24 Oktober 2016

PLTA, INVESTOR CINA LIRIK POTENSI ACEH TIMUR




ACEH TIMUR - Salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Negara Cina mulai melirik potensi alam di Kab. Aceh Timur. Setelah penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan lokal di Aceh dan mendapat izin dari Pemerintah Indonesia, maka dalam waktu dekat akan turun melakukan survey lokasi ke Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Jika serius ingin menanamkan modalnya di Aceh Timur, maka kita tetap terima. Apalagi perusahaan yang masuk ke daerah kita kali ini perusahaan Cina dan salah satu BUMN terbesar di negara itu,” kata Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib atau Bupati  Rocky usai menerima Kunjungan Investor Cina di Pendopo Idi, Sabtu 10 September 2016 sekira pukul 16:00.
Orang nomor satu di Aceh Timur itu lebih lanjut menjelaskan, dalam menanamkan modalnya perusahaan luar negeri itu akan menggandeng salah satu perusahaan lokal. Nah, melalui kerjasama tersebut perusahaan asing ini akan mendatangkan tenaga ahli dalam melihat kekuatan air untuk dibangun Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) dipedalaman Kab. Aceh Timur.
“Kita menyahuti dengan baik niat baik investor Cina ini, apalagi investasi kali ini untuk membangun industri PLTA. Ini sesuatu yang nantinya akan menjadi aset terbesar Aceh Timur setelah Blok A PT Medco yang bakal produksi,” kata Bupati Rocky.
Dengan kondisi listrik hari ini di Aceh, lanjut mantan kombatan GAM itu, sudah selayaknya PLTA ini dibangun di Aceh Timur, apalagi debit air yang tersedia disana disebut-sebut mampu menyanggupi listrik untuk Aceh Timur dan beberapa kabupaten tetangga. “Kita berharap proyek PLTA ini terwujud, sehingga krisis listrik yang selama ini terjadi bisa teratasi,” ujar Bupati Rocky.
Pun demikian, selaku kepala daerah dia meminta dukungan semua pihak terutama masyarakat Aceh Timur keseluruhan, sehingga proyek tersebut berjalan lancar sesuai tahapan demi tahapan. “Dalam diskusi dan pertemuan tadi kita juga minta pihak perusahaan serius, karena keuntungannya bukan saja dibidang listrik tetapi jauh dari itu nantinya juga akan terbangun jaringan irigasi kesejumlah kecamatan yang selama ini terkendala air dalam bercocok tanam,” demikian Bupati Rocky. (dn)















Walikota Langsa salurkan

Kota Langsa,

 Walikota Langsa Usman Abdullah secara simbolis menyalurkan hewan kurban kepada warga miskin yang diberikan melalui masing-masing keuchik,  di Lapangan Dusun Pendidikan Gampong Paya Bujok Seulamak, Kecamatan Langsa Baro.
Penyaluran hewan kurban itu juga dihadiri oleh Wakil Walikota Langsa H Marzuki Hamid, Kepala SKPK dan sejumlah Muspika.

Sebelum penyaluran hewan kurban, Ustad H Muhammad Tabri dalam tausiahnya menyampaikan, berkurban wajib hukumnya bagi orang yang telah mampu. "Jadi bagi masyarakat yang telah mampu dianjurkan untuk berkurban," ajaknya.

Walikota mengharapkan, pada Hari Raya Idul Adha 1437 H ini, semua warga miskin di semua gampong dalam wilayah Pemko Langsa dapat merasakan dan menikmati daging kurban.

"Terima kasih kepada semua dinas di lingkungan Pemko Langsa, instansi vertikal, BUMN dan BUMD yang sudah berkurban dan semoga menjadi amal ibadah. Atas partisipasinya dalam berkurban, warga miskin dapat menikmati manis daging kurban pada hari Raya Idul Adha," ujarnya.

Kemudian, sambung walikota, kepada para keuchik diminta untuk memberikan daging kurban kepada yang benar-benar berhak mendapatkannya dan jangan sampai ada warga miskin di gampong terlewatkan alias tidak mendapatkan daging kurban.

"Kita berharap bagi masyarakat yang mampu jangan sampai ada menerima daging kurban ini, karena itu bukan haknya tapi berikanlah kepada warga miskin," katanya lagi.

Selain itu, bagi gampong yang tidak mendapatkan daging kurban ini, untuk tidak berkecil hati, karena penyalurannya telah melalui evaluasi terhadap gampong mana yang banyak warga miskin.

Kepala Dinas Syariat Islam Ibrahim Latief menyampaikan, sebanyak 83 hewan kurban terdiri dari 65 ekor sapi dan 18 kambing dibagikan kepada warga miskin melalui masing-masing keuchik.

Puluhan hewan kurban ini merupakan sumbangan yang dikumpulkan dari PNS, SKPK Pemko Langsa, instansi vertikal dan BUMN/BUMD.

Adapun gampong yang mendapatkan hewan kurban di wilayah Kecamatan Langsa Timur yakni Sungai Lueng, Alue Pineung Timue, Cinta Raja, Seunebok Antara, Alue Pineung dan Matang Cengai, masing-masing dua ekor sapi. Khusus Alue Pineung ditambah satu ekor kambing.

Kemudian, Gampong Kapa, Matang Panyang, Matang Seutui, Buket Meutuah, Buket Rata, Alue Merbau, Buket Medang Ara, Simpang Wie, Batee Puteh, Sukarejo, Buket Pulo, dan Asam Peutek, masing-masing satu ekor sapi.

Kecamatan Langsa Kota, yakni Gampong Alue Beurawe, dua ekor sapi, Dusun PJKA, Gampong Paya Bujok Blang Pase, Dusun Jawa, Gampong Jawa, Blang Sinibong dan Dusun Amaliah, Gampong Jawa, masing-masing satu ekor sapi.
Kecamatan Langsa Lama, Gampong Baroh Langsa Lama, dua ekor sapi.

Gampong Meurandeh Dayah, Sidodadi, Pondok Pabrik, Meurandeh Tengah, Meurandeh Aceh, Pondok Keumuning, Meurandeh Kloneng, dan Gampong Seulalah Baro, masing-masing satu ekor sapi.

Kecamatan Langsa Barat, yakni Gampong Sunagi Pauh Tanjung, tiga ekor sapi.Gampong Sungai Pauh Pusaka, Sungai Pauh Firdaus, Sungai Pauh Induk, Kuala Langsa dan Gampong Teulaga Tujuh, masing-masing dua ekor sapi. Gampong Paya Bujok Teungoh, Simpang Lhe, Lhok Bani dan Dusun Relokasi Pusong Gampong Lhok Bani, masing-masing satu ekor sapi.

Kecamatan Langsa Baro yakni Gampong Alue Dua Bakaran Batee, Paya Bujok Beuromo, Timbang Langsa, Lengkong, Sukajadi Makmur, Lorong Nelayan, Gampong Birem Puntong dan Dusun Alue Rimoeng, Gampong Pondok Kelapa, masing-masing satu ekor sapi. Khusus Gampong Geudubang Aceh, dua ekor kambing.

Selain itu, Dayah Futuhul Muarif Al-Aziziyah, Raudhatunnajah Sukarejo, Darul Huda Sungai Pauh, Futuhul Mu"arif Furuq Tsani, Mudi Al-Mustafawi Al-Aziziyah Gampong Kapa dan Dayah Mutaallimin Gampong Teungoh, masing-masing dua ekor kambing.Dayah Darul Fatah Gampong Teungoh, satu ekor kambing.

"Program pengumpulan hewan kurban ini adalah program unggulan Walikota/Wakil Walikota Langsa Usman Abdullah dan Marzuki Hamid, dan sudah berjalan selama tiga tahun masa kepimpinannya," tandasnya. (
DN)









PWRI Untuk Bangun Kota Langsa

Kota Langsa,
Wakil Walikota Langsa, Drs H Marzuki Hamid MM, mengatakan, peran serta dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Langsa, juga sangat dibutuhkan untuk membangun daerah yang kita cintai ini.
Demikian disampaikan, Marzuki Hamid, saat menghadiri kegiatan pengajian yang diadakan oleh PWRI setempat di kantor tersebut,
Menurutnya, pemerintah setempat juga butuh sumbang saran dan nasehat-nasehat dari saudara-saudara yang tergabung dalam PWRI dalam membangun Kota Langsa kedepan lebih baik lagi.
Apalagi, kita tahu orang-orang yang di PWRI merupakan para pensiunan pegawai negeri sipil (PNS yang dikala masanya dulu ada sebahagian ditunjuk sebagai pejabat karena memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Ya, kita butuh sumbang saran dan nasehat dari bapak-bapak semua,sehingga kami tidak salah langkah dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan,”ujarnya.
Sekedar diketahui, saat ini Kota Langsa, sedang giat-giatnya membangun karakter atau ahklaktul kharimah yang sangat berpengaruh terhadap daya pikir pemuda-pemudi di daerah ini, seperti yang dikatakan bapak Jokowi yaitu membangun karakter.
Jadi, ada beberapa persoalan besar yang sedang dihadapi oleh Kota Langsa, sebelum masa kepimpinan kami (Usman Abdullah-Marzuki Hamid-red),sehingga perlu mendapatkan perhatian terutama dari pemimpin Kota Langsa.
Diantaranya, sambung Marzuki Hamid, yakni Pemko Langsa belum memiliki pendopo dan saat itu walikota Langsa sebelumnya   masih tinggal di rumahnya sendiri.
Namun, bukan hanya itu saja, kantor-kantor yang di tempatipun juga masih sewa. Sementara ada aset-aset Aceh Timur yang berada di Kota Langsa belum diserahkan kepada Pemko Langsa.Kemudian, setalah kami (Usman Abdullah-Marzuki Hamid-red) terpilih menjadi walikota dan wakil walikota terhadap persoalan dimaksud.
”Saat itu Pak Walikota menyampai prihal yang sedang kota hadapi terutama mengenai aset milik Aceh Timur ke provinsi kepada Bapak Muzakir Manaf, sehingga kini aset-aset tersebut sudah sah menjadi milik Pemko Langsa,”ujarnya.
Lebih lanjut Marzuki Hamid, mengatakan, Kota Langsa yang memiliki luas 26.000 Ha, dan itu sepertiganya atau sekitar 8.000 Ha merupakan wilayah perkebunan, kemudian sepertiganya lagi adalah kawasan hutan lindung atau hutan bakau dan itu tidak bisa kita manfaatkan untuk perluasan kota.
Jadi, hanya sekitar 10.000 Ha inilah  sebagai pemukiman penduduk dan budidaya, maka luas tersebut terbilang sangat sempit sekali, maka sangat di perlukan sekali penambahan wilayah untuk penunjang sarana dan prasarana di Kota Langsa dan saat ini sedang kami upayakan.
Sebelumnya, Ketua PWRI setempat, Abdul Munir, mengatakan, kegiatan pengajian ini adalah rutinitas dilaksanakan setiap minggunya.Tujuannya, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sebagai ajang silaturahmi antar sesama para pensiunan PNS.
“Kami menucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak Wakil Walikota yang berkenan hadir dalam pengajian ini, semoga nantinya menjadi amal ibadah bagi kita semua,”ucapnya.
Selain itu, sejak kepimpinan Usman Abdullah dan Marzuki Hamid, kami dari PWRI sudah memiliki kantor sekretariat, meskipun bergabung dengan Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa.(MY)



















Pelaksanaan Salat Ied Khidmat


Kota Langsa,
Pelaksanaan salat Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, yang di pusatkan di Mesjid Raya Darul Falah berlangsung khidmat. Bertindak sebagai khatib Tgk. H Masrul Aidi Lc dari Banda Aceh dan Imam Tgk. H Sulaiman Umar.
Tampak dihadiri oleh Walikota/Wakil Walikota Langsa, Usman Abdullah SE dan Drs H Marzuki Hamid MM, Kapolres Langsa, AKBP Iskandar ZA SIK dan Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar.
Pantauan di lapangan terlihat sekitar pukul 06.30 WIB masyarakat sudah mulai berdatangan ke Mesjid Raya Darul Falah.Sedangkan, pelaksanaan salat ied sekitar pukul 07.15 WIB.
Tgk. H Masrul  Aidi Lc menyampaikan dalam khutbahnya  Islam sebagai agama yang bersifat rahmatan lilalamin meniti beratkan perhatiannya pada keseimbangan hubungan pada tiga sisi ketuhanan, kemanusiaan dan lingkungan hidup ketiga hal tersebut terkumpul praktek dan pelaksanaannya pada hari raya idul adha, dimana umat islam dituntun untuk melaksanakan kurban sebagai ibadah kepada Allah SWT untuk di sedekahkan kepada fakir miskin dengan menyembelih binatang ternak yang sesuai kriteria dengan tatacara yang diatur.(MY)













Lomba Gema Takbir PTPN1 Kota Langsa, RSCM Juara I

Kota Langsa,

 Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1437 H, Badan Dakwah Islamiah (BDI) PTPN1 Langsa menggelar lomba takbir, di Wisma Bina Warga.
Ltakbir itu dibuka oleh Direktur Operasional Sayed Abdurrahman, Direktur PT CMMN Edy Purnomo dan dihadiri pejabat puncak PTP N I Langsa.

Sekretaris PTPN 1 yang juga Sekretaris Umum BDI Hasan Basri mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selain dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, juga sebagai syiar Islam serta sebagai ungkapan rasa syukur kita atas segala nikmat serta ujian yang kita lalui.

Kemudian, Idul Adha atau hari raya kurban merupakan pembuktian kesungguhan kita kepada Allah SWT, dengan nilai mulia inilah dapat kita dijadikan sebagai bekal kehidupan di dunia yang fana ini.

"Di tengah-tengah lantunan takbir, tahlil, tahmid dan tasbih marilah kita resapi dan tanamkan nilai-nilia luhur sebagai ungkapan syukur kita kepada Allah SWT," ujarnya.

Sementara itu, kata Hasan, peserta lomba terdiri dari internal Kebun Baru, RSCM dan Kebun Lama sedangkan dari gampong yakni Karang Anyar. Pondok Kelapa, Paya Bujuk Seulemak, Lengkong dan Gedubang Aceh, masing-masing Kecamatan Langsa Baro.

"Mudah-mudahan pada tahun depan lebih banyak lagi melibatkan masyarakat di luar perusahaan. Dalam perlombaan ini jangan semata-mata mencari kemenagan tapi yang penting silaturahmi dan kebersamaan," tandasnya.

Berikut nama-nama pemenang lomba takbir, yakni RSCM PT Cut Meutia Medika Nusantara meraih juara I dengan hadiah, piala, piagam dan uang tunai Rp 1,5 juta. Juara II diraih oleh Gampong Paya Bujuk dengan hadiah, piala, piagam dan uang tunai sebesar R p1,3 juta. Juara III diraih Kebun Lama dengan hadiah, piala, piagam serta uang tunau sebesar Rp 1,2 juta.

Untuk juara harapan I diraih oleh Kebun Baru dengan hadiah piagam dan uang tunai Rp 750.000, harapan II diraih Gampong Pondok Kelapa dengan hadiah piagam serta uang tunai Rp 650.000 dan harapan III diraih oleh Gampong Lengkong dengan hadian piagam serta uang tunai Rp 600.000.

Sedangkan juara favorit yakni Gampong Gedubang Aceh dan Karang Anyar, masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 250.000. (
DN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar