SIGI - Upaya kesehatan berbasis
masyarakat dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi masih sangat kurang dan perlu
dilakukan perbaikan, terutama di pedesaan. Penempatan bidan di desa sebagai
tenaga kesehatan berperan sangat penting dalam mengatasi masalah tersebut.
Mereka ditempatkan dan bertugas di desa yang mempunyai wilayah kerja satu
sampai dua desa dalam melaksanakan tugas pelayanan medis baik di dalam maupun
di luar jam kerja dan bertanggung-jawab langsung kepada kepala puskesmas.Hal
ini di jelaskan oleh Bidan Olfiana yang bertugas Di Puskesmas Desa (Puskesdes)
Peana kecamatan pipikoro.
Saat di temui di ruangannya oleh
media ini, menurut penjelasan Bidan Olfiana (41 Tahun) keberadaan Tenaga
Kesehatan sangat di butuhkan di desa ini,karena saya sendiri sudah rangkap
menjadi bidan jadi perawat bahkan dokter kelakar olfiana dengan nada serius.
Kami juga sangat membutuhkan Air
bersih,listrik dan jaringan karena disini susah sekali saling menghubungi
karena jaringan masih susah.Walaupun dari desa sudah memasang pipa namun airnya
belum ada padahal kamar mandi dan WC nya sudah ada jelas Olifiana.
Kemudian Puskesdes disini sudah bisa
melayani untuk rawat inap tapi khususnya persalinan,Kata Olfiana yang telah
mengabdikan dirinya untuk masyarakat Pipikoro kurang lebih 21 tahun.”saya juga
di bantu oleh bidan PTT satu orang yakni Nancy Adji,jadi kami berdua yang
langsung menangani Pasien,masalah obat obatan tidak ada masalah karena dari
Dinas sering menyalurkan obat kepada kami di sini”kata Olfiana.
“Saya sendiri disini sampai sampai
memegang tiga Program karena sangat kekurangan Tenaga.Bahkan sampai Program KB
dari BKKBN saya pegang juga karena menurut mereka memperdekat jarak dalam
membuat laporan,oleh karena itu kami sangat membutuhkan sekali tenaga kesehatan
disini” jelas Olfiana.(Djoni Salumpana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar