Jumat, 08 April 2016

Tiga Terminal di Kota Bengkulu Dijadikan Tempat Prostitusi


BENGKULU- Dibangunnya terminal angkutan kota oleh pemerintah daerah, tujuannya untuk menata transportasi kota, agar tidak semraut . Disamping itu untuk memudahkan masyarakat untuk mengunakan angkutan kota.
          Namun sangat disayangkan oleh warga, tiga terminal yang ada di Kota Bengkulu, yakni Terminal Air Sebakul, terminal Betungan dan terminal Sungai Hitam kondisinya tidak terawat dan menyedihkan. Akibatnya tiga terminal tersebut tidak difungsikan, disinyalir  disalahgunakan dan dijadikan tempat penjaja sek komersil (PSK) terselubung.
          Seperti kondisi yang terjadi di Terminal  Betungan dan Sungai Hitam Kota Bengkulu, terminal tersebut terlihat adanya aktivitas prostitusi yang berlangsung pada malam hari.
          Sedangkan di Terminal Air Sebakul dijadikan ajang esek-esek bagi PSK yang mencari mangsa baik siang maupun malam hari. Kondisi demikian sudah lama terjadi, namun belum ada tindakan tegas oleh pemerintah setempat.
          Dari pengamatan di lapangan, pelaku (PSK-red) bukannya dari warga setempat melainkan dari pendatang yang menghuni di beberapa bangunan non permanen dan bekas los di terminal.
          Hal ini tentunya membuat resah bagi warga sekitar terminal tersebut. Bahkan warga pun minta kepada Pemkot Bengkulu untuk menertibkan atau membubarkan hunian itu. Karena anggaran yang dikeluarkan untuk membangun ketiga terminal tersebut telah memakan dana cukup besar, namun penggunaannya tidak sesuai dengan terminal angkutan kota.
          Warga pun minta kepada Satpol PP Kota Bengkulu melakukan razia di terminal yang dijadikan ajang prostitusi tersebut. “ Karena, untuk menegakkan Perda, tentunya Satpol PP,” ujar warga yang berada di kawasan Terminal Betungan.
          Warga pun mengharapkan agar Satpol PP selaku aparat penegak Perda dapat lebih aktif melakukan razia , sehingga dapat menibulkan efek jerah bagi PSK. Warga pun mengharapkan kepada masyarakat sekitar lokasi terminal, maupun tokoh adat, tokoh agama  hingga aparatur  pemerintahan setempat  untuk mencari solusi terbaik untuk menghentikan aktivitas tersebut. Apalagi  aktivitas yang terjadi di terminal tersebut sudah sangat meresahkan warga.
          Camat Selebar Kota Bengkulu, Ibnu Masud ketika ditemui mengatakan, pihaknya juga geram dimana  Terminat Betungan itu telah dijadikan tempat maksiat.   “ Kami dari pihak kecamatan sudah sering menegur dan melakukan perjanjian kepada mereka, tapi tidak dihiraukan. Termasuk kepada warga yang menjual minuman tuak di kawasan dalam terminal. Masalah ini telah berlangsung selama dua tahun terakhir,” tegas Camat Ibnu Masud.
          Senada seperti yang dikatakan Supardi Ketua RT 9 Kelurahan Air Sebakul, Kota Bengkulu. Ia minta kepada Satpol PP Kota bersama pihak kepolisian melakukan razia secara rutin di kawasan itu. “ Sebab,kalau masalah ini terus dibiarkan pemerintah berlarut-larut, akan berdampak negative kepada masyarakat sekitar,” katanya. (asrin)  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar