Kamis, 28 April 2016

TANGAN DINGIN Dr SUPRIYANTO , RSUD Dr ISKAK MAJU PESAT


TULUNGAGUNG– Rumah sakit Dr Iskak Tulungagung Jawa Timur,merupakan rumah sakit Pemerintah Daerah yang sangat terkenal di Jawa Timur,bahkan di tingkat Nasional. Hal ini tidak lepas dari konsep tangan dingin dari sang Direktur DR Supriyanto ,itulah yang disampaikan Catur Santoso Ketua Aliansi Jurnalis Tulungagung ( AJT ) saat audensi di gedung DPRD  Senin ( 18/4 ) kemarin.
          Dalam audensi yang dihadiri oleh Komisi C DPRD ,BPJS ,serta Anggota AJT, Catur Menyampaikan apresiasinya terhadap konsep dari Rumah sakit Iskak yang dalam waktu singkat sudah berhasil membuat program TEMS dan juga dijadikanya Rumah sakit ini sebagai Rumah sakit Pendidikan.
          “ Kita perlu memberikan apresiasi kepada Dr Pri beserta jajaranya  yang sudah berhasil memajukan rumah sakit ini,apapun alasanya dari tangan beliau bisa membawa Tulungagung lebih dikenal karena keberhasilan Rumah sakit membuat terobosan ,”  terang Catur dalam ruang Audensi
           Penetapan dari Menteri Kesehatan ini otomatis Para tenaga medis di RSUD dr Iskak Tulungagung bersiap menjadi dosen perguruan tinggi. Penetapan ini menambah deretan jumlah rumah sakit pendidikan menjadi 67 unit dari 320 rumah sakit di Indonesia .
         Sementara itu Direktur RSUD Dr Iskak Supriyanto menyampaikan , rumah sakit saat ini memiliki 1.987 pegawai dengan 432 unit tempat tidur pasien itu dinyatakan layak menyandang predikat sebagai rumah sakit pendidikan. Konsekuensinya tenaga medis terutama dokter di RSUD dr Iskak wajib menjadi dosen. Mereka tidak hanya melayani pasien. Tetapi juga harus melakukan penelitian lazimnya pengajar di kampus.
           “ Keberadaan rumah sakit pendidikan di Tulungagung akan turut membantu mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Brawijaya Malang yang selama ini hanya bekerjasama dengan RSUD dr Syaiful Anwar yang berstatus rumah sakit pendidikan utama , Dokter yang hendak bekerja di rumah sakit ini harus bersedia menjadi dosen. Kalau tidak dipersilahkan mencari rumah sakit lain, “jelas Dr Pri.
           dr Supriyanto SpB menambahkan  kesiapannya sebagai rumah sakit pendidikan. Pihaknya telah mempersiapkan berdirinya bangunan asrama mahasiswa di sekitar komplek rumah sakit. Fakultas Kedokteran Unibraw akan menanggung sebagian biaya pendidikan mahasiswanya. Menurut Supriyanto bekerjasama dengan Unibraw Malang akan membuka peluang karir dan kepangkatan dokter yang ada. “SDM kami siap menjadi dosen semua, “ujarnya. (pheny)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar