Kapolsek Cisewu Akp.D. Yayat Hardiat.SH
GARUT-Sabtu tanggal 09/04 warga masyarakat Kampung Cijoho RT 03/03 Desa Karang Sewu Kecamatan Cisewu di gegerkan dengan adanya kejadian meninggalnya seorang pemuda usia 18 tahun yang masih duduk di kelas satu Sekolah Menengah Kejuruan Al-Maarif Desa Cikarang, dengan kondisi leher menganga bekas sayatan benda tajam, mayatnya terbujur kaku di belakang rumah orang tuanya.
Menurut Kasi Trantib Satuan Pamong Praja (SATPOL PP) Kecamatan Cisewu Unang Taswara, pertama yang menemukan mayat tersebut ayah korban, Maman bin Mansur 50 tahun sekitar pukul 03.00 wib, dini hari ia terbangun dari tidur terus melihat anaknya sudah tidak ada di tempat tidurnya, dengan penasaran ia mencari keluar rumah karena dilihat pintu rumah sudah terbuka.
Maka ditemukanlah anaknya Irpan Taupiq 18 tahun sudah tergeletak di belakang rumah dengan posisi tergeletak dan bersimbah darah dilehernya bersimbah darah terus ia meminta tolong kepada kakak korban,Tandasnya.
“ Pada hari Kamis 14/04 pihak Kepolisian Sektor Cisewu dan Resor Garut berhasil mengungkap pelaku pembunuh yang berdarah dingin tersebut, menurut Akp.D. Yayat Hardiat.SH Kepala Polisi Sektor Cisewu saat ditemui di kantornya menjelaskan.
Setelah beberapa kali mengumpulkan data-data kejanggalan yang di temui di lapangan dan olah TKP, sebanyak tiga kali bersama Iptu Tedi dan (8) personil anggota Polres Garut ahirnya bisa mengambil kesimpulan motip meninggalnya Irpan Taupiq murni pembunuhan dengan tersangka Maman ayah kandung korban.
“ Pengakuan sementara Maman ayah korban dan sekaligus tersangka pembunuh, Irpan anak kandungnya meminta motor yang selama ini ia pakai digantikan sama motor yang baru, Irpan menanyakan tanah harta pemberian dari ibu kandungnya, mungkin merasa terusik dengan kepemilikan tanah tersebut ayah korban kalap dan gelap mata sehingga tega menghabisi nyawa Irpan anak kandungnya sendiri.
Untuk sementara tersangka baru ditetapkan satu orang mungkin kalau nanti ada perkembangan setelah penyelidikan bisa bertambah lagi .jawab, Kapolsek Cisewu Akp.D. Yayat Hardiat.SH dengan mengakhiri pembicaraanya.
Menurut tokoh masyarakat Dadang K ia berikan apresiasi terhadap kepolisian yang telah berhasil mengungkap motip pembunuhan dengan sadis terhadap Irpan Taupiq, apapun alasanaya itu sudah perbuatan yang benar-benar keji dan nista tidak berprikemanusiaan sepantasnya seorang ayah dapat membingbing dan menyayangi anaknya, eh ini malah jadi pelaku pembunuhan. (nana. s)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar