KOTA TANJUNGPINANG - Proyek Tepi Laut yang menunjukkan wajah Kota Tanjungpinang, belum juga selesai. Lima tahun tak siap, tepi laut yang membentang dari Jalan H Agus Salim menuju Jalan Hang Tuah hingga ke Jalan SM Amin atau Jalan Samudera ini, sudah sejak dulu menjadi ikon dari Kota Tanjungpinang. Namun, sejak lima tahun terakhir taman ini masih dalam tahap revitalisasi.
Pemerintah Kota Tanjungpinang menargetkan tahun 2015 ini proyek tersebut akan rampung. Tapi rencana tinggal rencana, tahun ini Tepi Laut dipastikan belum sepenuhnya rampung. Proyek dengan total dana Rp 192 miliar dari APBD Kota Tanjungpinang tahun 2010-2012 tak kunjung selesai.
Revitalisasi Tepi Laut pun dimulai pada tahun 2011. Pada waktu itu, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menggelontorkan dana sekitar Rp 4.777.343.943.50 untuk pelebaran kawasan tersebut. Namun, dalam perjalanannya proyek yang pada waktu itu dikerjakan oleh PT Panca Darma Mulya Abadi dengan konsultan pengawas CV Kenen Consultan ini terbengkalai.
Kemudian, pada tahun anggaran 2012, Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali menganggarkan dana sebesar Rp 7,5 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan untuk menyelesaikan pekerjaan penimbunan tanah yang pekerjaannya terbengkalai pada tahun sebelumnya. Namun, pada waktu itu tidak ada satupun peserta lelang fisik dan pengawas yang memenuhi persyaratan.
Alhasil, proyek lanjutan Tepi Laut pun kembali terkendala. Di tahun berikutnya, ketika masuk masa peralihan jabatan, proyek revitalisasi Tepi Laut sama sekali tidak dilanjutkan. Baru kemudian, di tahun 2014 Pemerintah Kota Tanjungpinang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 M untuk melanjutkan proyek ini. Jenis pekerjaan yang dilakukan berupa pengerjaan lantai, pembuatan peneduh dan jogging track.
Pekerjaan ini pun selesai tanpa ada kendala yang berarti. Kemudian pada tahun anggaran 2015, Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 13 M untuk pekerjaan penyelesaian proyek ini. Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Kota, Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DTKPP) Kota Tanjungpinang Almazuar Amal pun menjamin, jika pada tahun 2015 ini proyek yang paling dinanti oleh warga Kota Gurindam itu akan rampung dan sudah dapat dinikmati oleh warga Kota Tanjungpinang.
Namun lagi-lagi masyarakat Kota Tanjungpinang harus menelan ludah. Pasalnya, proyek yang dijanjikan siap tahun ini batal terlaksana. Masalahnya, Gedung Tourism yang pembangunannya direncanakan akan sejalan dengan pengerjaan landscape Taman Tepi Laut tidak jadi dilakukan pada tahun ini.
Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP) Kota Tanjungpinang, Wan Bok mengatakan, hal yang membuat proyek itu gagal rampung tahun ini karena tanah untuk membangun Gedung Torism tersebut kondisinya masih labil. Sehingga pihaknya khawatir jika pembangunan gedung tersebut dipaksakan dapat menimbulkan hal yang negatif.
”Tanah di lokasi itu masih labil karena tanah timbunan. Jadi tanahnya harus di bor. Takut waktu tidak cukup, fisiknya akan dikerjakan tahun depan,” ujarnya, Rabu yang lalu. Praktis, untuk tahun anggaran ini pekerjaan yang akan dilakukan hanya pekerjaan lanjutan landscape yang di tahun sebelumnya sudah dikerjakan sebagian. Selain itu jenis pekerjaan lain yang akan dilakukan pada tahun ini adalah pengeboran tanah yang akan berfungsi untuk pemasangan pondasi Gedung Tourism.
”Waktu pengerjaannya diperkirakan empat sampai lima bulan. Akhir tahun atau awal tahun walau belum sepenuhnya siap taman ini sudah dibuka untuk umum,” tuturnya waktu itu. Sementara untuk pekerjaan fisik Gedung Tourism itu sendiri direncanaka

Tidak ada komentar:
Posting Komentar