( Oleh : KH Usman Wartawan Indonesia Jaya )
Pelantikan Bupati serentak, adalah hari yang bersejarah yang mungkin tidak bisa terlupakan sepanjang hidup bagi keluarga besar dr Faida MMR dan Drs Kyai Muqit Arief khususnya bagi dr Faida dan Drs Kyai Muqit Arief karena pada tanggal tersebut keduanya dilantik sebagai Bupati Jember dan Wakil Bupati Jember untuk periode 2016 - 2021 oleh Gubernur Jawa Timur Sukarwo di Gedung Grahadi Surabaya.
Dengan dilantiknya dr Faida MMR sebagai Bupati Jember dan Drs KH Muqit Arief ,maka warga Jember sudah memiliki Bupati dan wakil Bupati Diviniti , perjuangan Fiada –Muqit memang sangat berat untuk menepati janjinya sebanyak 22 ini,eksen keduanya memang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jember,pernyataan Pak Kiyai,sapaan akrab Drs KH Muqit Arief dalam deklarasi kemenangannya di Kantor Sekber jalan A,Yani sehari sesudah pelaksanaan Pemilu Kada 9 Desember kemaren ,Pak Kiyai meyampaikan saat ditanyakan terkaid dengan program Reformasi Birokrasi,Pak Kiyai mengatakan bahwa soal Soal Reformasi Birokrasi tidak semudah membalik tangan,artinya memang harus dilakukan secara frofesional,ibarat motor kita coba di gas,kalai sudah digas secara pol kemudian jalannya masih juga pelan tidak lari,maka ya tentunya kita tinggalkan,sebab masyarakat Jember menunggu adanya perubahan,menyimak makna pernyataan Pak Kiyai tentu saja penullis berpendapat bahwa pernyataan Pak Kiyai itu semata –mata didasarkan pada kinerja,kalau kinerjanyan bagus ,baik ngapain tidak kita pakai,pun juga sebaliknya jika kalau kurang bagus tentunya akan ditinggal,lebih dari itu penulis juga memaknai bahwa apa yang akan dilakukannya nanti memang terlepas dari masalah like and dis like antara suka dan tidak suka.
Dr Faaida MMR maupun Drs KH Muqit Arief sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember memang dituntut sebuah keharusan keberanian dan tidak main-main,berani dalam artian ketika terjadi ada patut dicurigai bawahannya kurang serius melayani rakyat sesuai dengan tupoksinya dan cenderung merugikan baik secara Finansial maupun non finansia ( Fisik ),maka sudah sepatutnya mereka harus digilas dan digantikan dengan yang dipandang lebih mampu,pemerintahan Faida –Muqit Arief juga secepatnya membentuk Tim Peduli Perubahan mulai dari tingkat korkab hingga ke tingkat Kordes kalau perlu,yang tugasnya adalah mengontrol sebuah kebijakan yang sudah diturunkan kebawah,jadi harus ada kontrol,Dewan Pertimbangan Bupati ( Watimbup ,Red )pun rasanya memang perlu juga dibentuk dimana tugasnya adalah untuk memberikan masukan atau pertimbangan kepada Bupati sebelum mengambil kebijakan.
Sekali lagi beban Pemerintahan dr Faida MMR – Drs KH Muqit Arief menurut penulis untuk adanya perubahan Jember kedepan memang termat sulit,jika tidak mendapatkan dukungan dari warga Jember,olehnya memang pantas kalau Faida – Muqit Arief harus tegas dalam mengambil keputusan,harus professional jauh dari masalah Like and Dis Like,terlepas dari pendukung saya maupun tidak ,sepanjang dia mau bekerjasama dan mempunyai kemampuan untuk perubahan Jember kedepan maka seharusnya mereka itulah sejatinya harus memangku Jabatan tersebut sesuai dengan kemapuannya,kalau tidak yah kita buang saja,ingat eksen Faida- Muqit Arief untuk adanya Jember Perubahan sangat ditunggu,walaupun penulis Jujur untuk mewujudkan Jember perrubahan tentu butuh waktu,apalagi keduanya baik Bupatinya maupun wakilnya adalah pendatang baru,namun bukan berate tidak bisa tapi mungkin butuh waktu dan butuh dukungan semangat dari semua warga Jember,ibarat seorang bayi ,keduanya baru belajar berjalan,untuk itu jika dalam belajar berjalan ini terjatuh sudah sepantasnya kita bantu untuk membangunkan selanjudnya kita bimbing yang pada akhirnya pada tataran tertentu Insya Allah juga akan bisa lari bahkan mungkin bisa mendahului kakak-kakanya,insya Allah,dan kita sebagai bagian dari warga Jember sudah sepatutnya kita mendukung programnya,sebab apapun yang terjadi ,faktanya pemimpin kita,pemimpin warga Jember adalah Faida-Muqit ( dr Faida MMR-Drs KH Muqit Arief ,Red )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar